Alhamdulillah, Lazis DMI kembali menyalurkan amanah kebaikan melalui program Bingkisan Lebaran Anak Yatim, Dhuafa & Tunanetra. Salah satu penerima manfaat adalah adik Naga, santri dhuafa asal Maluku yang kini menempuh pendidikan pesantren di Bogor. Bingkisan ini menjadi tanda cinta dari para donatur untuk anak-anak hebat yang sedang berjuang meraih masa depan.
Sudah tiga bulan Naga tinggal di asrama sejak diantar oleh ayahnya, Abie. Sejak kecil, ia terbiasa membantu ayahnya melaut mencari ikan. Kini, di pesantren ia bisa lebih fokus belajar tanpa harus bekerja mencari nafkah. Setiap hari ia mempelajari Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Tajwid, dan Adab. Saat ini Naga sedang menghafal Surah An-Naba, dengan tekad kuat ingin menjadi penghafal Al-Qur’an sekaligus bercita-cita menjadi tentara mengikuti jejak kakaknya.
Meski merasa senang dan bersyukur, Naga tetap menyimpan rindu mendalam pada orang tuanya. Jika rindu itu datang, ia memilih duduk sendirian atau menghubungi keluarganya lewat telepon—terakhir dua hari yang lalu. Ia memiliki seorang kakak dan adik laki-laki yang baru lahir. Kerinduannya semakin terasa ketika mengingat kampung halaman dan hidangan ikan laut khas Maluku yang kini sulit ia temukan.
Perjalanan Naga menuju tempat belajarnya pun tidak mudah. Ia menempuh perjalanan laut selama 7 hari 7 malam menggunakan kapal. Di tengah perjalanan, ia sempat menangis sehari penuh karena harus berpisah dengan orang tuanya. Namun tekadnya kuat: ia ingin membahagiakan Abie dan Mama, bahkan berharap bisa menghadiahkan mahkota kemuliaan bagi keduanya di akhirat. “Terima kasih Abie sudah memasukkan saya ke lingkungan penghafal Qur’an,” pesannya haru.
Mari terus hadirkan kebahagiaan untuk anak-anak yatim, dhuafa, dan tunanetra seperti Naga. Setiap bingkisan yang Anda titipkan adalah semangat, harapan, dan doa yang menyertai langkah mereka. Salurkan sedekah terbaik Anda melalui Lazis DMI, dan jadilah bagian dari perjalanan mulia generasi penghafal Al-Qur’an. 🤲




